Ruko ITC Depok. Jl. Margonda No.11, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

Sering Keramas Bikin Hair Coloring Cepat Luntur? Ini Faktanya

Salsabila Aluna Putri | kamis, 24 september 2026 09:34 WIB

Blog Image

Udah senang dengan warna rambut baru, tapi beberapa kali keramas kok warnanya mulai berubah? Cari tahu penyebab coloring cepat luntur dan kebiasaan yang bisa membantu menjaga warna rambut tetap cantik lebih lama.

Coloring udah ada di wishlist Selamat ini, dan ketika akhirnya berani mencoba warna baru, tapi beberapa kali keramas kemudian warnanya mulai berubah? Rasanya memang bikin gemas, apalagi kalau warna yang dipilih merupakan hasil dari proses panjang memilih referensi, konsultasi, sampai akhirnya berani keluar dari warna rambut biasanya.

Apalagi kalau warna yang dipilih punya tone merah, copper, atau warna terang yang memang lebih mudah terlihat perubahannya. Rasanya sayang banget kalau hasil coloring yang baru dinikmati sebentar sudah terlihat berbeda.

Sebelum menyalahkan shampoo atau memutuskan untuk mengurangi keramas secara berlebihan, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu.

Kenapa Coloring Cepat Luntur Karena Sering Keramas?

Keramas memang menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat perubahan warna rambut, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Setelah coloring, pigmen warna perlu dirawat karena proses pencucian berulang, terutama dengan air panas atau produk yang kurang sesuai, dapat membuat warna lebih cepat memudar.

Seberapa cepat warna berubah juga bergantung pada jenis warna, kondisi rambut sebelum coloring, proses kimia yang dilakukan, serta rutinitas perawatan setelahnya. Jadi, kalau warna rambutmu cepat luntur, belum tentu berarti proses coloring sebelumnya bermasalah.

Beberapa kebiasaan yang dapat membuat warna lebih cepat berubah antara lain:

  • Terlalu sering mencuci rambut: semakin sering rambut terkena proses pencucian, semakin sering pula pigmen warna terpapar air dan produk pembersih.
  • Menggunakan air terlalu panas: air panas dapat membuat rambut terasa lebih kering dan kurang ideal untuk mempertahankan hasil coloring.
  • Menggunakan shampoo yang terlalu keras: produk pembersih yang tidak sesuai dengan rambut diwarnai dapat membuat warna lebih cepat kehilangan intensitas.
  • Terlalu sering menggunakan alat styling panas: catokan, curling iron, dan hair dryer dengan suhu tinggi dapat meningkatkan kerusakan pada rambut yang sudah melalui proses kimia.
  • Terlalu sering terpapar matahari: paparan UV juga dapat berkontribusi terhadap perubahan warna dan kondisi batang rambut.

Apakah Harus Jarang Keramas Setelah Coloring?

Nggak berarti kamu harus takut keramas setelah mewarnai rambut. Rambut dan kulit kepala tetap membutuhkan kebersihan, terutama kalau kulit kepala mudah berminyak, kamu aktif berolahraga, atau sering berkeringat.

Yang lebih penting adalah menyesuaikan frekuensi keramas dengan kebutuhan rambut dan kulit kepala. Kalau rambut terasa bersih dan nyaman dengan frekuensi tertentu, tidak perlu memaksakan diri untuk menahan keramas hanya demi mempertahankan warna.

Untuk membantu menjaga warna, kamu bisa lebih memperhatikan cara keramasnya. Gunakan air yang tidak terlalu panas, pilih produk yang memang sesuai untuk rambut diwarnai, dan fokus membersihkan kulit kepala tanpa menggosok batang rambut secara agresif.

Warna Rambut Tertentu Memang Lebih Mudah Berubah

Kalau kamu pernah mencoba warna seperti merah, copper, pink, atau warna fashion lainnya, mungkin kamu pernah mengalami perubahan warna yang terasa lebih cepat. Ini bukan sesuatu yang aneh.

Setiap warna memiliki karakteristik pigmen yang berbeda. Warna dengan tone tertentu dapat mengalami perubahan visual yang lebih cepat setelah beberapa kali pencucian. Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan “warna apa yang bagus”, tetapi pikirkan juga seberapa sering kamu siap melakukan maintenance.

Misalnya, warna brunette atau chocolate yang dekat dengan warna dasar rambut mungkin memberikan perubahan yang lebih subtle. Sementara warna yang membutuhkan tingkat pencerahan lebih tinggi dapat membutuhkan perhatian lebih setelah coloring.

Supaya Warna Coloring Lebih Awet, Mulai dari Kebiasaan Kecil

Merawat rambut setelah coloring sebenarnya tidak harus rumit. Justru konsistensi dari kebiasaan sederhana sehari-hari yang membantu menjaga tampilan rambut tetap baik.

  • Pilih shampoo dan conditioner yang sesuai: prioritaskan produk yang dirancang untuk membantu merawat rambut diwarnai.
  • Gunakan air dengan suhu yang nyaman: hindari air yang terlalu panas ketika mencuci rambut.
  • Jangan berlebihan menggunakan alat panas: berikan jeda dari styling menggunakan catokan atau alat bersuhu tinggi.
  • Gunakan heat protection saat styling: perlindungan tambahan dapat membantu mengurangi dampak panas pada batang rambut.
  • Perhatikan kondisi rambut: rambut yang terasa kering atau rapuh membutuhkan perhatian lebih setelah proses coloring.
  • Lakukan perawatan berkala: sesuaikan treatment dengan kondisi rambut agar rambut tetap terasa sehat dan warna terlihat lebih terawat.

Jangan Hanya Memilih Warna, Pertimbangkan Gaya Hidupmu

Memilih warna rambut sebenarnya juga bagian dari eksplorasi diri. Ada warna yang terlihat cantik di foto, tetapi ternyata membutuhkan maintenance lebih sering daripada yang kamu bayangkan.

Jadi sebelum coloring, coba tanyakan ke diri sendiri: aku ingin warna yang low maintenance atau justru senang melakukan touch-up secara berkala? Kamu juga bisa mempertimbangkan seberapa sering keramas, apakah sering menggunakan alat styling, hingga seberapa sering beraktivitas di luar ruangan.

Dengan begitu, konsultasi coloring bukan cuma soal memilih warna yang sedang tren. Kamu bisa mencari titik tengah antara warna yang kamu suka, kondisi rambut, dan rutinitas yang realistis untuk kamu jalani.

Kapan Sebaiknya Konsultasi Sebelum Coloring?

Kalau kamu masih bingung apakah warna tertentu bisa diterapkan pada rambutmu, konsultasi sebelum coloring bisa membuat prosesnya lebih terarah. Terlebih jika rambut sebelumnya pernah melalui bleaching, coloring berulang, smoothing, atau proses kimia lainnya.

Beberapa hal yang bisa dibicarakan sebelum treatment antara lain:

  • warna rambut yang sedang kamu inginkan;
  • warna dasar rambut saat ini;
  • riwayat coloring atau proses kimia sebelumnya;
  • tingkat kecerahan yang realistis untuk dicapai;
  • tingkat maintenance yang sanggup kamu lakukan setelah coloring.

Dengan konsultasi, kamu tidak hanya datang membawa foto referensi lalu berharap hasilnya identik. Kamu bisa memahami bagaimana warna tersebut kemungkinan terlihat pada rambutmu dan apa yang perlu dilakukan untuk mempertahankannya.

FAQ Seputar Coloring yang Cepat Luntur

Apakah semakin sering keramas membuat warna rambut cepat luntur?

Keramas berulang dapat berkontribusi terhadap memudarnya warna, terutama jika menggunakan air panas atau produk yang kurang sesuai. Namun, kecepatan luntur juga dipengaruhi jenis warna, kondisi rambut, proses coloring, dan perawatan setelahnya.

Berapa lama warna rambut bisa bertahan setelah coloring?

Tidak ada durasi yang sama untuk semua orang karena ketahanan warna dipengaruhi jenis pewarna, kondisi rambut, frekuensi keramas, produk yang digunakan, dan paparan panas atau matahari. Karena itu, maintenance perlu disesuaikan dengan warna dan kondisi rambut masing-masing.

Coloring Lebih dari Sekadar Ganti Warna Rambut

Pada akhirnya, coloring cepat luntur karena sering keramas memang bisa terjadi, tetapi keramas bukan satu-satunya faktor yang menentukan ketahanan warna. Cara perawatan, kondisi rambut, jenis warna, hingga proses coloring sejak awal semuanya ikut berpengaruh.

Kalau kamu sedang mencari rekomendasi salon coloring muslimah di Bintaro, moz5 Salon Bintaro bisa menjadi tempat untuk mengeksplorasi warna rambut dengan lebih nyaman.

Sudah punya warna incaran? Jangan cuma simpan di galeri. Konsultasikan dulu dan jadikan coloring sebagai momen untuk mencoba look baru yang tetap sesuai dengan karakter dan rutinitasmu.

Reservasi moz5 Bintaro disini


Ingin Tampil Cantik Tanpa Menunggu Lama?