Ruko ITC Depok. Jl. Margonda No.11, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

Rambut Rontok karena Salah Pilih Bahan Hijab? Ini yang Perlu Kamu Tahu

moz5 | rabu, 23 september 2026 15:29 WIB

Blog Image

Buat perempuan berhijab, menggunakan hijab setiap hari tentu sudah menjadi bagian dari keseharian. Dari berangkat kerja, kuliah, bertemu teman, sampai menjalani berbagai aktivitas, rambut hampir selalu tertutup selama berjam-jam

Tapi pernah nggak kamu merasa rambut jadi lebih sering rontok ketika melepas hijab atau saat keramas? Rambut yang tertinggal di sisir semakin banyak, atau helaian rambut terasa lebih mudah patah?

Banyak hal yang bisa memengaruhi kondisi rambut. Mulai dari perawatan yang kurang sesuai, kebiasaan mengikat rambut, kondisi kulit kepala, stres, hingga asupan nutrisi. Namun, ada satu hal sederhana yang terkadang luput diperhatikan: bahan dan cara menggunakan hijab.

Bukan berarti hijab adalah penyebab rambut rontok. Namun, pemilihan bahan hijab, inner, serta kebiasaan saat menggunakannya dapat memengaruhi kenyamanan kulit kepala dan kondisi rambut sehari-hari.

Jadi, sebelum buru-buru mengganti produk perawatan rambut, coba cek lagi kebiasaan berhijabmu. Bisa jadi ada beberapa hal kecil yang selama ini tanpa sadar membuat rambut kurang nyaman.

Apakah Bahan Hijab Benar-Benar Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?

Jawabannya tidak sesederhana "iya" atau "tidak".

Kerontokan rambut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Bahan hijab bukan satu-satunya penyebab dan tidak bisa dianggap sebagai penyebab langsung pada setiap kasus kerontokan.

Namun, bahan hijab yang terasa terlalu panas, kurang nyaman, atau menimbulkan banyak gesekan dapat membuat kondisi kulit kepala dan rambut menjadi kurang ideal, terutama jika digunakan selama berjam-jam setiap hari.

Bayangkan rambut dan kulit kepala berada dalam kondisi tertutup sepanjang hari. Jika ditambah keringat, panas, gesekan, serta rambut yang diikat terlalu kencang, tentu kenyamanannya bisa berkurang.

Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya "bahan hijab apa yang dipakai?", tetapi juga bagaimana bahan tersebut terasa di kulit kepala, bagaimana rambut diikat, dan berapa lama hijab digunakan dalam sehari.

Kenali Bahan Hijab yang Membuat Rambut dan Kulit Kepala Kurang Nyaman

Setiap bahan hijab memiliki karakter yang berbeda. Ada yang ringan, ada yang lebih tebal, ada yang mudah menyerap keringat, dan ada pula yang terasa lebih licin atau mudah bergeser.

Bagi sebagian orang, bahan hijab yang terlalu panas atau kurang memiliki sirkulasi udara bisa membuat kulit kepala lebih mudah berkeringat dan terasa gerah.

Sementara itu, bahan yang teksturnya lebih kasar dapat meningkatkan gesekan antara rambut dan kain. Jika rambut sedang rapuh atau mudah patah, gesekan yang terjadi berulang kali tentu bukan kondisi yang ideal.

Bukan berarti kamu harus menghindari jenis bahan tertentu sepenuhnya. Yang paling penting adalah memperhatikan respons rambut dan kulit kepalamu sendiri.

Kalau setelah menggunakan jenis bahan tertentu kepala terasa lebih panas, mudah berkeringat, gatal, atau rambut terasa lebih kusut, mungkin sudah waktunya mencoba bahan hijab lain yang terasa lebih nyaman.

Hijab Sudah Nyaman, Tapi Ikatan Rambut Terlalu Kencang?

Kadang masalahnya bukan pada hijabnya, melainkan pada apa yang ada di baliknya.

Sebelum memakai hijab, rambut biasanya diikat atau ditata terlebih dahulu. Tanpa sadar, kita mungkin mengikat rambut terlalu kencang supaya tidak berantakan atau membuat bentuk hijab tetap rapi.

Padahal, tarikan yang terlalu kuat dan dilakukan terus-menerus dapat memberikan tekanan pada rambut dan kulit kepala.

Coba sesekali perhatikan cara kamu mengikat rambut.

Apakah selalu menggunakan karet yang sama di posisi yang sama? Apakah rambut terasa tertarik? Apakah setelah seharian memakai hijab kulit kepala terasa pegal atau tidak nyaman?

Kalau iya, mungkin sudah waktunya membuat ikatan rambut lebih longgar dan tidak selalu berada di titik yang sama.

Rapi boleh, tapi jangan sampai rambut harus "berjuang" seharian untuk tetap rapi.

Hindari Menggunakan Hijab Saat Rambut Masih Basah

Pernah sedang terburu-buru lalu langsung memakai hijab setelah keramas?

Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, tetapi sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.

Rambut yang masih basah kemudian langsung ditutup dapat membuat area kulit kepala menjadi lebih lembap dalam waktu lama. Selain itu, rambut dalam kondisi basah juga lebih rentan terhadap kerusakan akibat gesekan dan tarikan.

Karena itu, setelah keramas, berikan waktu untuk rambut mengering terlebih dahulu sebelum memakai hijab.

Tidak harus selalu menggunakan hair dryer. Kamu bisa mengeringkan rambut dengan handuk secara lembut, kemudian membiarkannya kering sebelum menggunakan hijab.

Intinya: jangan buru-buru menutup rambut yang masih basah.

Jangan Lupakan Inner Hijab

Kalau membicarakan bahan hijab, jangan hanya melihat hijab bagian luar. Inner atau ciput yang bersentuhan langsung dengan rambut dan kulit kepala juga perlu diperhatikan.

Inner yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan tambahan pada area kepala. Sementara itu, jika inner jarang dicuci, keringat, minyak, dan kotoran dapat menumpuk pada kain yang terus bersentuhan dengan kulit kepala.

Karena itu, pilih inner yang terasa nyaman dan tidak terlalu menekan kepala.

Jangan lupa juga untuk rutin mencucinya dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Kadang, perhatian kecil seperti mengganti inner secara rutin justru menjadi bagian penting dari menjaga kenyamanan kulit kepala.

Pilih Bahan Hijab yang Sesuai dengan Aktivitasmu

Tidak ada satu bahan hijab yang otomatis paling cocok untuk semua orang.

Kebutuhan hijab untuk bekerja di ruangan ber-AC tentu bisa berbeda dengan hijab yang digunakan untuk aktivitas outdoor. Begitu juga dengan kondisi rambut dan kulit kepala setiap orang.

Kalau kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, pertimbangkan bahan yang terasa lebih ringan dan nyaman ketika digunakan dalam waktu lama.

Kalau kamu memiliki kulit kepala yang mudah berkeringat, perhatikan bagaimana bahan tersebut terasa setelah beberapa jam digunakan.

Jangan hanya memilih hijab karena warnanya cantik atau sedang tren. Kenyamanan juga perlu masuk dalam checklist sebelum membeli hijab.

Coba mulai tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah bahannya terasa panas setelah dipakai beberapa jam?
  • Apakah kulit kepala terasa terlalu berkeringat?
  • Apakah rambut terasa lebih kusut setelah melepas hijab?
  • Apakah hijab membuatmu harus mengikat rambut terlalu kencang?

Jawaban dari pertanyaan sederhana ini bisa membantu kamu menemukan pilihan yang lebih sesuai.

Rambut Berhijab Juga Butuh Perawatan yang Tepat

Selain memperhatikan bahan hijab, jangan lupa bahwa rambut dan kulit kepala tetap membutuhkan perawatan.

Rambut yang tertutup sepanjang hari bukan berarti tidak membutuhkan perhatian. Justru, rutinitas perawatan yang sesuai dengan kondisi rambut dan kulit kepala menjadi semakin penting.

Mulai dari membersihkan rambut dan kulit kepala secara rutin, memilih produk yang sesuai, tidak terlalu sering menggunakan alat styling dengan suhu tinggi, hingga memberikan waktu bagi rambut untuk beristirahat.

Dan yang tidak kalah penting: kenali kondisi kulit kepalamu.

Apakah cenderung berminyak? Mudah kering? Sering terasa gatal? Atau justru mengalami kerontokan yang semakin banyak?

Semakin kamu mengenali kondisi rambut dan kulit kepala, semakin mudah menentukan perawatan yang memang dibutuhkan.

Kapan Kerontokan Perlu Lebih Diperhatikan?

Rambut rontok dalam jumlah tertentu merupakan hal yang normal. Kita memang kehilangan sejumlah rambut setiap hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut.

Namun, jika kamu merasa kerontokan terjadi jauh lebih banyak dari biasanya, berlangsung terus-menerus, rambut terlihat semakin menipis, atau muncul area tertentu yang terlihat lebih jarang, jangan hanya mengandalkan pergantian bahan hijab.

Kerontokan dapat memiliki banyak penyebab dan setiap orang bisa memiliki kondisi yang berbeda.

Daripada menebak-nebak, lebih baik mulai dari mengenali kondisi rambut dan kulit kepala serta berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila kerontokan terasa tidak biasa atau semakin mengkhawatirkan.

Jadi, Apakah Salah Pilih Bahan Hijab Bisa Bikin Rambut Rontok?

Bahan hijab bukan satu-satunya penyebab rambut rontok.

Namun, pemilihan bahan hijab, inner, cara mengikat rambut, serta kebiasaan merawat rambut sehari-hari merupakan bagian dari rutinitas yang patut diperhatikan, terutama bagi kamu yang menggunakan hijab setiap hari.

Mulai dari hal sederhana:

  • Pilih bahan yang nyaman.
  • Jangan mengikat rambut terlalu kencang.
  • Hindari menggunakan hijab saat rambut masih basah.
  • Rutin mengganti dan mencuci inner.
  • Dan yang terpenting, jangan abaikan kondisi kulit kepala.

Karena merawat rambut berhijab bukan hanya tentang bagaimana rambut terlihat setelah hijab dilepas.

Lebih dari itu, ini tentang bagaimana kamu memberikan perhatian pada rambut dan kulit kepala yang menemani kamu setiap hari.

Sudahkah kamu benar-benar mengenal kondisi rambut dan kulit kepalamu?

Mungkin sekarang waktunya memberikan jeda dan perhatian lebih untuk keduanya.

Kalau kamu wanita muslimah di Tebet, Jakarta Selatan ingin perawatan yang lebih menyeluruh untuk mengatasi rambut rontok, kamu bisa mempercayakannya pada perawatan rambut rontok di Salon Muslimah Tebet, tempat yang nyaman, privat, dan dikelola oleh terapis profesional yang paham kebutuhan kulit kepala Muslimah. Yuk, segera booking jadwalmu dan mulai rawat rambutmu dari akarnya!

BOOKING SEKARANG


Ingin Tampil Cantik Tanpa Menunggu Lama?